A. Pengertian Akuntansi
Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang
artinya dalam bahasa indonesia adalah menghitung
atau mempertanggungjawabkan. Secara umum
akuntansi adalah kumpulan prosedur-prosedur untuk
mencatat, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, dan
melaporkan dalam bentuk laporan keuangan.
Berikut ini adalah pengertian akuntansi yang lainnya :
artinya dalam bahasa indonesia adalah menghitung
atau mempertanggungjawabkan. Secara umum
akuntansi adalah kumpulan prosedur-prosedur untuk
mencatat, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, dan
melaporkan dalam bentuk laporan keuangan.
Berikut ini adalah pengertian akuntansi yang lainnya :
a. Menurut Amin W, Akuntansi adalah suatu aktivitas
jasa (mengidentifikasikan, mengukur, mengkalsifikasikan
dan mengikhtisarkan) kejadian atau transaksi ekonomi
yang menghasilkan informasi kuantitatif terutama yang
bersifat keuangan yang digunakan dalam pengambilan
keputusan.
jasa (mengidentifikasikan, mengukur, mengkalsifikasikan
dan mengikhtisarkan) kejadian atau transaksi ekonomi
yang menghasilkan informasi kuantitatif terutama yang
bersifat keuangan yang digunakan dalam pengambilan
keputusan.
b. Menurut Abubakar. A & Wibowo, Akuntansi adalah
proses identifikasi, pencatatan dan komunikasi terhadap
transaksi ekonomi dari suatu entitas/perusahaan.
proses identifikasi, pencatatan dan komunikasi terhadap
transaksi ekonomi dari suatu entitas/perusahaan.
B. Fungsi Akuntansi
Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi
keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita
bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta
perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat
secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi
mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh
pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat
keputusan suatu organisasi.
Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi
keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita
bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta
perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat
secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi
mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh
pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat
keputusan suatu organisasi.
C. Pihak-Pihak yang Berkepentingan
Adapun pihak-pihak yang berkepentingan terhadap
informasi akuntansi adalah:
Adapun pihak-pihak yang berkepentingan terhadap
informasi akuntansi adalah:
1. Para pemilik dan calon pemilik perusahaan
Para pemilik dan calon pemilik perusahaan
berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan
kondisi keuangan perusahaan.
Para pemilik dan calon pemilik perusahaan
berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan
kondisi keuangan perusahaan.
2. Para pengelola perusahaan
Para pengelola perusahaan ini adalah para manajer,
jajaran direksi. Bagi pengelola perusahaan akuntansi
digunakan untuk berbagai tujuan. Diantaranya informasi
bagi manajemen sebagai bahan analisa dan interpretasi
dalam melakukan evaluasi atas kegiatan dan
pencapaian hasil yang direncanakan perusahaan.
Para pengelola perusahaan ini adalah para manajer,
jajaran direksi. Bagi pengelola perusahaan akuntansi
digunakan untuk berbagai tujuan. Diantaranya informasi
bagi manajemen sebagai bahan analisa dan interpretasi
dalam melakukan evaluasi atas kegiatan dan
pencapaian hasil yang direncanakan perusahaan.
3. Para pegawai/karyawan perusahaan
Untuk apa ya para pegawai membutuhkan laporan
akuntansi?
Para pegawai/karyawan perusahaan sebenarnya sangat
berkepentingan untuk mendapatkan informasi keuangan
perusahaan. Hal ini dihubungkan dengan hak-hak
pegawai dalam bidang penggajian, gratifikasi ataupun
bonus (jasa produksi) serta perangsang sosial lainnya
dari perusahaan untuk tujuan kesejahteraan perusahaan
yang pada akhirnya akan meningkatkan pengabdian
pegawai pada perusahaan.
Untuk apa ya para pegawai membutuhkan laporan
akuntansi?
Para pegawai/karyawan perusahaan sebenarnya sangat
berkepentingan untuk mendapatkan informasi keuangan
perusahaan. Hal ini dihubungkan dengan hak-hak
pegawai dalam bidang penggajian, gratifikasi ataupun
bonus (jasa produksi) serta perangsang sosial lainnya
dari perusahaan untuk tujuan kesejahteraan perusahaan
yang pada akhirnya akan meningkatkan pengabdian
pegawai pada perusahaan.
4. Para investor
Kalau kita mau invest dana tentunya kita bakalan nyari
perusahaan yang kondisinya bonafid. Nah, para investor
luar yang bermaksud menginvestasikan modalnya ke
dalam suatu perusahaan, untuk keamanan pelaksanaan
investasinya harus terlebih dahulu mengetahui
kemampuan perusahaan yang bersangkutan agar jangan
sampai dananya terbuang sia-sia.
Kalau kita mau invest dana tentunya kita bakalan nyari
perusahaan yang kondisinya bonafid. Nah, para investor
luar yang bermaksud menginvestasikan modalnya ke
dalam suatu perusahaan, untuk keamanan pelaksanaan
investasinya harus terlebih dahulu mengetahui
kemampuan perusahaan yang bersangkutan agar jangan
sampai dananya terbuang sia-sia.
5. Para kreditor
Para kreditor seperti bank pemberi kredit sangat
memerlukan laporan keuangan perusahaan yang akan
diberikan kredit untuk digunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam memberikan keputusan penetapan
pemberian kredit. Sama seperti investor, para kreditor
juga cuma mau memberikan dananya pada perusahaan
yang bonafid.
Para kreditor seperti bank pemberi kredit sangat
memerlukan laporan keuangan perusahaan yang akan
diberikan kredit untuk digunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam memberikan keputusan penetapan
pemberian kredit. Sama seperti investor, para kreditor
juga cuma mau memberikan dananya pada perusahaan
yang bonafid.
6. Pemerintah
Pemerintah sangat berkepentingan dalam menilai maju
mundurnya perusahaan yang ada di negaranya,
misalnya saja untuk menentukan kebijaksanaan sumber
penerimaan negara dari sektor pajak atau menentukan
kebijaksanaan lain yang berkaitan dengan pemberian
fasilitas tertentu dari pemerintah.
Pemerintah sangat berkepentingan dalam menilai maju
mundurnya perusahaan yang ada di negaranya,
misalnya saja untuk menentukan kebijaksanaan sumber
penerimaan negara dari sektor pajak atau menentukan
kebijaksanaan lain yang berkaitan dengan pemberian
fasilitas tertentu dari pemerintah.
7. Rekanan perusahaan
Yang dimaksud dengan rekanan perusahaan di sini ialah
perusahaan-perusahaan lain yang diajak kerja sama
dalam suatu kegiatan atau proyek-proyek pekerjaan
tertentu yang sifatnya bekerja sama untuk saling
mendukung dalam penyelesaian kegiatan yang digarap
bersama.
Yang dimaksud dengan rekanan perusahaan di sini ialah
perusahaan-perusahaan lain yang diajak kerja sama
dalam suatu kegiatan atau proyek-proyek pekerjaan
tertentu yang sifatnya bekerja sama untuk saling
mendukung dalam penyelesaian kegiatan yang digarap
bersama.
D. Prinsip Akuntansi
Prinsip-prinsip akuntansi Indonesia terdiri atas sejumlah
aturan yang menjadi pedoman bertindak dalam
melaksanakan akuntansi di Indonesia dan akan
berkembang di masa yang akan datang. Dari sekian
banyak aturan yang terdapat dalam prinsip akuntansi
Indonesia, di sini akan dibahas tiga aturan saja, yaitu
konsep entitas, prinsip obyektivitas, dan prinsip cost
(biaya).
• Konsep Entitas. Konsep yang paling mendasar di
dalam akuntansi adalah konsep entitas (kesatuan
usaha). Kesatuan usaha akuntansi adalah suatu
organisasi atau bagian dari organisasi yang berdiri
sendiri, terpisah dari organisasi lain atau individu lain.
Ditinjau dari segi akuntansi, antara kesatuan usaha
yang satu dengan kesatuan usaha yang lain atau
dengan pemiliknya terdapat garis pemisah yang tegas.
Ini berarti bahwa kejadian keuangan yang menyangkut
suatu kesatuan usaha tidak boleh dicampur dengan
kesatuan usaha lain atau dengan pemiliknya, dan
sebaliknya. Konsep ini penting artinya dalam menilai
keadaan keuangan dan hasil usaha yang dicapai suatu
organisasi atau bagian dari organisasi. Tanpa konsep
ini maka laporan keuangan akan menjadi kacau, karena
apa yang tercantum dalam laporan keuangan suatu
organisasi mungkin dimasuki kejadian-kejadian
keuangan yang sebenarnya tidak berhubungan dengan
organisasi tersebut.
• Prinsip Obyektivitas. Catatan dan laporan akuntansi
harus didasarkan pada data yang bisa dipercaya
sebagai laporan yang menyajikan informasi yang tepat
dan berguna. Data yang bisa dipercaya adalah data
yang bisa diverifikasi (diperiksa kebenarannya). Data
semacam itu harus bisa dikonfirmasi oleh pengamat
yang independen. Oleh karena itu catatan akuntansi
harus didasarkan pada informasi yang berawal dari
kegiatan yang didokumentasi dalam bentuk bukti yang
obyektif. Seandainya akuntansi tidak mengenal prinsip
obyektivitas, maka pencatatan akuntansi akan
didasarkan pada hal-hal yang tidak obyektif dan bisa
mengakibatkan kekacauan.
• Prinsip cost (biaya). Prinsip cost atau prinsip biaya
menetapkan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau
diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang
sesungguhnya. Meskipun pembeli tahu bahwa harga
mungkin masih bisa ditawar, tetapi barang atau jasa
yang dibeli akan dicatat dengan harga yang
sesungguhnya disepakati dalam transaksi yang
bersangkutan.
Prinsip-prinsip akuntansi Indonesia terdiri atas sejumlah
aturan yang menjadi pedoman bertindak dalam
melaksanakan akuntansi di Indonesia dan akan
berkembang di masa yang akan datang. Dari sekian
banyak aturan yang terdapat dalam prinsip akuntansi
Indonesia, di sini akan dibahas tiga aturan saja, yaitu
konsep entitas, prinsip obyektivitas, dan prinsip cost
(biaya).
• Konsep Entitas. Konsep yang paling mendasar di
dalam akuntansi adalah konsep entitas (kesatuan
usaha). Kesatuan usaha akuntansi adalah suatu
organisasi atau bagian dari organisasi yang berdiri
sendiri, terpisah dari organisasi lain atau individu lain.
Ditinjau dari segi akuntansi, antara kesatuan usaha
yang satu dengan kesatuan usaha yang lain atau
dengan pemiliknya terdapat garis pemisah yang tegas.
Ini berarti bahwa kejadian keuangan yang menyangkut
suatu kesatuan usaha tidak boleh dicampur dengan
kesatuan usaha lain atau dengan pemiliknya, dan
sebaliknya. Konsep ini penting artinya dalam menilai
keadaan keuangan dan hasil usaha yang dicapai suatu
organisasi atau bagian dari organisasi. Tanpa konsep
ini maka laporan keuangan akan menjadi kacau, karena
apa yang tercantum dalam laporan keuangan suatu
organisasi mungkin dimasuki kejadian-kejadian
keuangan yang sebenarnya tidak berhubungan dengan
organisasi tersebut.
• Prinsip Obyektivitas. Catatan dan laporan akuntansi
harus didasarkan pada data yang bisa dipercaya
sebagai laporan yang menyajikan informasi yang tepat
dan berguna. Data yang bisa dipercaya adalah data
yang bisa diverifikasi (diperiksa kebenarannya). Data
semacam itu harus bisa dikonfirmasi oleh pengamat
yang independen. Oleh karena itu catatan akuntansi
harus didasarkan pada informasi yang berawal dari
kegiatan yang didokumentasi dalam bentuk bukti yang
obyektif. Seandainya akuntansi tidak mengenal prinsip
obyektivitas, maka pencatatan akuntansi akan
didasarkan pada hal-hal yang tidak obyektif dan bisa
mengakibatkan kekacauan.
• Prinsip cost (biaya). Prinsip cost atau prinsip biaya
menetapkan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau
diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang
sesungguhnya. Meskipun pembeli tahu bahwa harga
mungkin masih bisa ditawar, tetapi barang atau jasa
yang dibeli akan dicatat dengan harga yang
sesungguhnya disepakati dalam transaksi yang
bersangkutan.
E. Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu
proses pencatatan, yang merupakan suatu ringkasan
dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama
tahun buku yang bersangkutan.
Pengertian laporan keuangan menurut Standar
Akuntansi Keuangan:
“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses
pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap
biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi
keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara
seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan
arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi
tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut,
misal informasi keuangan segmen industri dan geografis
serta pengungkapan pengaruh perubahan harga”
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu
proses pencatatan, yang merupakan suatu ringkasan
dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama
tahun buku yang bersangkutan.
Pengertian laporan keuangan menurut Standar
Akuntansi Keuangan:
“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses
pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap
biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi
keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara
seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan
arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi
tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut,
misal informasi keuangan segmen industri dan geografis
serta pengungkapan pengaruh perubahan harga”
F. Isi Laporan Keuangan
Laporan keuangan terdiri dari 3 macam :
a. Laporan Laba-Rugi (income statement)
Laporan laba-rugi adalah salah satu laporan keuangan
dalam akuntansi yang menggambarkan apakah suatu
perusahaan mengalami laba atau rugi dalam satu
periode akuntansi.
b. Laporan Perubahan Modal (statement of equity)
Laporan perubahan modal adalah salah satu laporan
keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan
bertambahnya atau berkurangnya modal suatu
perusahaan akibat dari laba atau rugi yang diterima
oleh perusahaan tersebut dalam satu periode akuntansi.
c. Neraca (balance sheet)
Laporan neraca adalah salah satu laporan keuangan
dalam akuntansi yang menunjukan keadaan keuangan
secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat
tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang
dan modal pemilik perusahaan.
Laporan keuangan terdiri dari 3 macam :
a. Laporan Laba-Rugi (income statement)
Laporan laba-rugi adalah salah satu laporan keuangan
dalam akuntansi yang menggambarkan apakah suatu
perusahaan mengalami laba atau rugi dalam satu
periode akuntansi.
b. Laporan Perubahan Modal (statement of equity)
Laporan perubahan modal adalah salah satu laporan
keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan
bertambahnya atau berkurangnya modal suatu
perusahaan akibat dari laba atau rugi yang diterima
oleh perusahaan tersebut dalam satu periode akuntansi.
c. Neraca (balance sheet)
Laporan neraca adalah salah satu laporan keuangan
dalam akuntansi yang menunjukan keadaan keuangan
secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat
tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang
dan modal pemilik perusahaan.
G. Bentuk Neraca
Neraca dapat disusun dalam dua bentuk: yaitu bentuk
skontro dan bentuk staffel. Bentuk skontro, artinya
menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan
atau sebelahmenyebelah. Sedangkan bentuk staffel
sering disebut dengan bentuk laporan, yaitu
menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang
dengan modal di bagian bawahnya. Coba Anda bedakan
kedua bentuk neraca berikut.
Perbedaan neraca bentuk staffel dengan skontro adalah
bentuk staffel disusun secara vertikal. Harta pada
bagian atas dan utang dengan modal pada bagian
bawah. Sedangkan bentuk skontro, harta (aktiva) pada
sisi kiri, utang dan modal pada sisi kanan.
H. Laporan Laba Rugi
Pengertian Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan
sumber pendapatan dan beban suatu perusahaan
(dagang) selama periode akuntansi.
Untuk Menghitung laba rugi perusahaan adalah:
Laba bersih = laba kotor – beban usaha.
Beban uasaha dalam perusahaan dagang ada dua
kelompok.
1. Beban penjualan ialah biaya yang langsung dengan
penjualan.
2. Beban administrasi/umum ialah biaya-biaya yang
tidak langsung dengan penjualan.
Untuk menghitung laba kotor adalah:
Laba kotor = penjualan bersih – harga pokok penjualan.
Sedangkan untuk menghitung penjualan bersih adalah :
Penjualan bersih = penjualan – retur penjualan dan
pengurangan harga – potongan penjualan.
Menyusun Laporan Laba Rugi.
Laporan laba rugi dapat disajikan dalam dua bentuk
yaitu single step dan multiple step.
Neraca dapat disusun dalam dua bentuk: yaitu bentuk
skontro dan bentuk staffel. Bentuk skontro, artinya
menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan
atau sebelahmenyebelah. Sedangkan bentuk staffel
sering disebut dengan bentuk laporan, yaitu
menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang
dengan modal di bagian bawahnya. Coba Anda bedakan
kedua bentuk neraca berikut.
Perbedaan neraca bentuk staffel dengan skontro adalah
bentuk staffel disusun secara vertikal. Harta pada
bagian atas dan utang dengan modal pada bagian
bawah. Sedangkan bentuk skontro, harta (aktiva) pada
sisi kiri, utang dan modal pada sisi kanan.
H. Laporan Laba Rugi
Pengertian Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan
sumber pendapatan dan beban suatu perusahaan
(dagang) selama periode akuntansi.
Untuk Menghitung laba rugi perusahaan adalah:
Laba bersih = laba kotor – beban usaha.
Beban uasaha dalam perusahaan dagang ada dua
kelompok.
1. Beban penjualan ialah biaya yang langsung dengan
penjualan.
2. Beban administrasi/umum ialah biaya-biaya yang
tidak langsung dengan penjualan.
Untuk menghitung laba kotor adalah:
Laba kotor = penjualan bersih – harga pokok penjualan.
Sedangkan untuk menghitung penjualan bersih adalah :
Penjualan bersih = penjualan – retur penjualan dan
pengurangan harga – potongan penjualan.
Menyusun Laporan Laba Rugi.
Laporan laba rugi dapat disajikan dalam dua bentuk
yaitu single step dan multiple step.
A. Single Step/Langsung.
Laporan single step/langsung yaitu laporan laba rugi di
mana semua pendapatan dijumlahkan menjadi satu,
demikian juga untuk bebannya, kemudian dicari
selisihnya untuk mengetahui laba atau rugi.
Laporan single step/langsung yaitu laporan laba rugi di
mana semua pendapatan dijumlahkan menjadi satu,
demikian juga untuk bebannya, kemudian dicari
selisihnya untuk mengetahui laba atau rugi.
B. Multiple Step (Bertahap)
Laporan laba rugi bentuk multiple step (bertahap)
adalah laporan laba rugi dengan mengelompokkan atau
memisahkan antara pendapatan usaha dan pendapatan
di luar usaha, dan memisahkan pula antara beban
usaha dan beban di luar usaha, baru kemudian dicari
selisihnya sehingga akan diperoleh laba atau rugi usaha.
Laporan laba rugi bentuk multiple step (bertahap)
adalah laporan laba rugi dengan mengelompokkan atau
memisahkan antara pendapatan usaha dan pendapatan
di luar usaha, dan memisahkan pula antara beban
usaha dan beban di luar usaha, baru kemudian dicari
selisihnya sehingga akan diperoleh laba atau rugi usaha.
I. Bentuk Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi dapat disusun dalam dua bentuk,
yaitu:
a. Bentuk Single Step
b. Bentuk Multiple Step
Laporan laba rugi dalam bentuk single step hanya
dikenal laba bersih karena dalam bentuk ini semua
penghasilan dikurangi beban-beban termasuk pajak
dilaporkan sekaligus tanpa dipisah-pisahkan seperti
dalammultiple step.
Dalam bentuk multiple step, laporan laba rugi disusun
bertahap, sehingga dikenal beberapa jenis laba seperti
laba kotor, laba bersih operasi, laba bersih sebelum
pajak dan laba bersih setelah pajak.
Contoh Format Laporan Laba Rugi Bentuk Single Step
Perusahaan Kartika Jaya
Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun (Bulan) yang Berakhir 31 Desember 2006
Pendapatan :
Pendapatan Operasi XX
Penghasilan diluar Operasi XX
Jumlah XXX
Beban-beban :
Beban Operasi XX
Beban diluar Operasi XX
Pajak XX (XX)
Laba Bersih XXX
Contoh Format Laporan Laba Rugi Bentuk Multiple Step
Perusahaan Kartika Jaya
Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun (Bulan)* yang Berakhir 31 Desember 2006
Pendapatan XX
Beban Operasi :
Beban Iklan XX
Beban Gaji Adm Kantor XX
Beban Asuransi XX
Beban Penyusutan XX (XX)
Laba Operasi XXX
Pendapatan & Beban diluar Operasi
Pendapatan Bungan XX
Beban Bunga XX XX
Laba Bersih Setelah Pajak XXX
Pajak (XX)
Laba Bersih Setelah Pajak XXX
Catatan: * bila laporan dibuat per bulan.
J. Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan menurut A Statement of Basic
Accounting Theory (ASOBAT) dalam Sofyan Syafri
Harahap (2000 : 6), merumuskan empat tujuan laporan
keuangan sebagai berikut :
1. Membuat keputusan yang menyangkut penggunaan
kekayaan yang terbatas dan untuk menetapkan tujuan.
2. Mengarahkan dan mengontrol secara efektif sumber
daya manusia dan faktor produksi lainnya.
3. Memelihara dan melaporkan pengamanan terhadap
kekayaan.
4. Membantu fungsi dan pengawasan sosial.
Lebih lanjut menurut APB Statement No.4 dalam Sofyan
Syafri Harahap (2000 : 99), menyatakan bahwa tujuan
laporan keuangan dapat digolongkan sebagai berikut :
1. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari laporan keuangan adalah untuk
menyajikan posisi keuangan, hasil usaha dan perubahan
posisi keuangan lainnya secara wajar sesuai dengan
GAAP (General Accepted Accounting Principle).
2. Tujuan Umum
a. Memberikan informasi yang terpercaya tentang
sumber-sumber ekonomi, dan kewajiban perusahaan
dengan maksud :
(1) Untuk menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan.
(2) Untuk menunjukkan posisi keuangan dan
investasinya.
(3) Untuk menilai kemampuan perusahaan untuk
menyelesaikan hutang-hutangnya.
(4) Menunjukkan kemampuan sumber-sumber
kekayaannya yang ada untuk pertumbuhan perusahaan.
b. Memberikan informasi yang terpercaya tentang
sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan
usaha dalam mencari laba dengan maksud :
(1) Memberikan gambaran tentang deviden yang
diharapkan pemegang saham.
(2) Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
membayar kewajiban kepada kreditur, supplier, pegawai,
pajak, pengumpulan dana untuk pelunasan.
(3) Memberikan informasi kepada manajemen untuk
digunakan dalam pelaksanaan fungsi perencanaan dan
pengawasan.
(4) Menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan
mendapatkan laba dalam jangka panjang.
c. Memberikan informasi keuangan yang dapat
digunakan untuk menaksirkan potensi perusahaan
dalam menghasilkan laba.
d. Memberikan informasi yang diperlukan lainnya
tentang perubahan harta dan kewajiban.
e. Mengungkapkan informasi relevan lainnya yang
dibutuhkan para pemakai laporan keuangan.
3. Tujuan Kualitatif
Adapun tujuan kualitatif dari laporan keuangan yaitu
sebagai berikut :
a. Relevance, yaitu memilih informasi yang benar-benar
dapat membantu pemakai laporan dalam proses
pengambilan keputusan.
b. Understandability, yaitu informasi yang dipilih untuk
disajikan bukan saja penting tetapi juga harus
dimengerti oleh para pemakainya.
c. Verifiability, yaitu hasil akuntansi itu harus dapat
diperiksa oleh pihak lain akan menghasilkan pendapatan
yang sama.
d. Neutrality, yaitu laporan akuntansi itu harus netral
terhadap pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi
dimaksudkan untuk pihak umum bukan pihak-pihak
tertentu saja.
e. Timelines, yaitu laporan akuntansi hanya bermanfaat
untuk pengambilan keputusan apabila diserahkan pada
saat yang sama.
f. Comparability, yaitu informasi akuntansi harus dapat
saling dibandingkan artinya akuntansi harus memiliki
prinsip yang sama baik untuk suatu perusahaan
maupun perusahaan lain.
g. Completeness, yaitu informasi akuntansi yang
dilaporkan harus mencakup semua kebutuhan yang
layak dari pemakai.
Referensi :
- http://anandyarevannie.blogspot.com/2012/10/
pengertian-akuntansi.html
- http://www.neracalajur.com/2012/02/pengertian-dan-
fungsi-akuntansi.html
- http://www.hari.asia/2012/04/prinsip-prinsip-
akuntansi.html
- http://belajar.kemdiknas.go.id/index5.php?
display=view&mod=
script&cmd=Bahan%20Belajar/Modul%20Online
/SMA/view&id=69&uniq=1234
- http://endrayanie.blogspot.com/2012/01/bab-11-
akuntansi-dan-laporan-keuangan.html
- http://lailyza.blogspot.com/2012/04/laporan-
labarugi.html
Laporan laba rugi dapat disusun dalam dua bentuk,
yaitu:
a. Bentuk Single Step
b. Bentuk Multiple Step
Laporan laba rugi dalam bentuk single step hanya
dikenal laba bersih karena dalam bentuk ini semua
penghasilan dikurangi beban-beban termasuk pajak
dilaporkan sekaligus tanpa dipisah-pisahkan seperti
dalammultiple step.
Dalam bentuk multiple step, laporan laba rugi disusun
bertahap, sehingga dikenal beberapa jenis laba seperti
laba kotor, laba bersih operasi, laba bersih sebelum
pajak dan laba bersih setelah pajak.
Contoh Format Laporan Laba Rugi Bentuk Single Step
Perusahaan Kartika Jaya
Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun (Bulan) yang Berakhir 31 Desember 2006
Pendapatan :
Pendapatan Operasi XX
Penghasilan diluar Operasi XX
Jumlah XXX
Beban-beban :
Beban Operasi XX
Beban diluar Operasi XX
Pajak XX (XX)
Laba Bersih XXX
Contoh Format Laporan Laba Rugi Bentuk Multiple Step
Perusahaan Kartika Jaya
Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun (Bulan)* yang Berakhir 31 Desember 2006
Pendapatan XX
Beban Operasi :
Beban Iklan XX
Beban Gaji Adm Kantor XX
Beban Asuransi XX
Beban Penyusutan XX (XX)
Laba Operasi XXX
Pendapatan & Beban diluar Operasi
Pendapatan Bungan XX
Beban Bunga XX XX
Laba Bersih Setelah Pajak XXX
Pajak (XX)
Laba Bersih Setelah Pajak XXX
Catatan: * bila laporan dibuat per bulan.
J. Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan menurut A Statement of Basic
Accounting Theory (ASOBAT) dalam Sofyan Syafri
Harahap (2000 : 6), merumuskan empat tujuan laporan
keuangan sebagai berikut :
1. Membuat keputusan yang menyangkut penggunaan
kekayaan yang terbatas dan untuk menetapkan tujuan.
2. Mengarahkan dan mengontrol secara efektif sumber
daya manusia dan faktor produksi lainnya.
3. Memelihara dan melaporkan pengamanan terhadap
kekayaan.
4. Membantu fungsi dan pengawasan sosial.
Lebih lanjut menurut APB Statement No.4 dalam Sofyan
Syafri Harahap (2000 : 99), menyatakan bahwa tujuan
laporan keuangan dapat digolongkan sebagai berikut :
1. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari laporan keuangan adalah untuk
menyajikan posisi keuangan, hasil usaha dan perubahan
posisi keuangan lainnya secara wajar sesuai dengan
GAAP (General Accepted Accounting Principle).
2. Tujuan Umum
a. Memberikan informasi yang terpercaya tentang
sumber-sumber ekonomi, dan kewajiban perusahaan
dengan maksud :
(1) Untuk menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan.
(2) Untuk menunjukkan posisi keuangan dan
investasinya.
(3) Untuk menilai kemampuan perusahaan untuk
menyelesaikan hutang-hutangnya.
(4) Menunjukkan kemampuan sumber-sumber
kekayaannya yang ada untuk pertumbuhan perusahaan.
b. Memberikan informasi yang terpercaya tentang
sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan
usaha dalam mencari laba dengan maksud :
(1) Memberikan gambaran tentang deviden yang
diharapkan pemegang saham.
(2) Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
membayar kewajiban kepada kreditur, supplier, pegawai,
pajak, pengumpulan dana untuk pelunasan.
(3) Memberikan informasi kepada manajemen untuk
digunakan dalam pelaksanaan fungsi perencanaan dan
pengawasan.
(4) Menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan
mendapatkan laba dalam jangka panjang.
c. Memberikan informasi keuangan yang dapat
digunakan untuk menaksirkan potensi perusahaan
dalam menghasilkan laba.
d. Memberikan informasi yang diperlukan lainnya
tentang perubahan harta dan kewajiban.
e. Mengungkapkan informasi relevan lainnya yang
dibutuhkan para pemakai laporan keuangan.
3. Tujuan Kualitatif
Adapun tujuan kualitatif dari laporan keuangan yaitu
sebagai berikut :
a. Relevance, yaitu memilih informasi yang benar-benar
dapat membantu pemakai laporan dalam proses
pengambilan keputusan.
b. Understandability, yaitu informasi yang dipilih untuk
disajikan bukan saja penting tetapi juga harus
dimengerti oleh para pemakainya.
c. Verifiability, yaitu hasil akuntansi itu harus dapat
diperiksa oleh pihak lain akan menghasilkan pendapatan
yang sama.
d. Neutrality, yaitu laporan akuntansi itu harus netral
terhadap pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi
dimaksudkan untuk pihak umum bukan pihak-pihak
tertentu saja.
e. Timelines, yaitu laporan akuntansi hanya bermanfaat
untuk pengambilan keputusan apabila diserahkan pada
saat yang sama.
f. Comparability, yaitu informasi akuntansi harus dapat
saling dibandingkan artinya akuntansi harus memiliki
prinsip yang sama baik untuk suatu perusahaan
maupun perusahaan lain.
g. Completeness, yaitu informasi akuntansi yang
dilaporkan harus mencakup semua kebutuhan yang
layak dari pemakai.
Referensi :
- http://anandyarevannie.blogspot.com/2012/10/
pengertian-akuntansi.html
- http://www.neracalajur.com/2012/02/pengertian-dan-
fungsi-akuntansi.html
- http://www.hari.asia/2012/04/prinsip-prinsip-
akuntansi.html
- http://belajar.kemdiknas.go.id/index5.php?
display=view&mod=
script&cmd=Bahan%20Belajar/Modul%20Online
/SMA/view&id=69&uniq=1234
- http://endrayanie.blogspot.com/2012/01/bab-11-
akuntansi-dan-laporan-keuangan.html
- http://lailyza.blogspot.com/2012/04/laporan-
labarugi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar