Rabu, 01 Januari 2014

Bab12



Teknik Analisis Meramalkan Kas Perusahaan

Teknik analisis meramalkan kas perusahaan adalah
suatu ilmu yang membahas langkah – langkah ataupun
cara – cara yang digunakan untuk mengetahui kondisi
sehat atau tidaknya kas pada suatu perusahaan dimasa
sekarang ataupun dimasa yang akan datang.

1. Keuangan perusahaan
Pengertian Perusahaan Keuangan
Perusahaan Keuangan merupakan lembaga yang
melaksanakan fungsi utama menyalurkan dana dari
yang surplus atau berlebih kepada mereka yang
kekurangan dana.

Jenis – jenis Perusahaan Keuangan
Beberapa jenis perusahaan keuangan antara lain
sebagai berikut :
a. Bank Komersial (Commercial Banks)
Lembaga simpanan yang memiliki asset utama berupa
pinjaman dan kewajiban utama lain yaitu tabungan
(deposits).
b. Thrifts
Lembaga simpanan dalam bentuk tabungan atau
pinjaman, savings banks dan credit unions.
c. Perusahaan Asuransi
Lembaga keuangan yang menjaga individu dan
perusahaan (policy holders) dari even/kejadian yang
buruk.
d. Perusahaan sekuritas dan bank investasi
Lembaga keuangan yang menjamin sekuritas dan
terlibat dalam kegiatan sehubungan seperti broker surat
berharga, jual beli surat berharga, dan menghasilkan
pasar dimana surat berharga diperdagangkan.
e. Perusahaan Pembiayaan ( Finance Companies )
Lembaga penghubung keuangan yang memberi
pinjaman kepada individu dan bisnis.
f. Reksa Dana ( Mutual Funds )
Lembaga keuangan yang menawarkan rencana
simpanan dimana dana milik partisipan mengakumulasi
tabungan selama tahun bekerja mereka sebelum diambil
selama tahun penisun mereka.

2. Estimasi penjualan
peramalan penjualan, yaitu merupakan ramalan unit dan
nilai uang penjualan suatu perusahaan. Penyusunan
perencanaan keuangan apabila disajikan dengan benar,
maka informasi tersebut akan berguna bagi pihak
manajemen perusahaan dalam rangka pengembangan
usaha yang dilakukan. Apabila perencanaan keuangan
dilakukan secara tepat maka pihak manajemen
perusahaan mampu untuk berusaha secara maksimal
dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
Terdiri Dari Dua Model, Yaitu :
1. Additive Model
2. Multiplicative Model

3. Estimasi produksi
Adalah penentuan yang akurat untuk menentukan
strategi pemasaran yang lebih efisien. Misalanya dengan
menggunakan alat estimasi produksi (AEP). Penelitian
ini dimanfaatkan untuk menemukan efektivitas tertinggi
dari AEP.

4. Estimasi harga pokok penjualan
Adalah harga yang sudah mutlak atau harga pokok
barang yang di jual tanpa bisa mengalami perubahan,
harga ini sudah mutlak di berikan oleh penjual kepada
pembeli agar tidak terjadi negoisasi dalam penjualan
barang tersebut atau dapat berarti juga sebagai
ringkasan dari anggaran produksi dengan
memperhatikan tingkat persediaan akhir.
Data – data yang diperlukan untuk melakukan
perhitungan estimasi harga pokok penjualan :
Data yang telah dihitung dalam anggaran produksi,
anggaran bahan langsung, anggaran overhead dan
anggaran tenaga langsung
Keakuratan datanya dipengaruhi data dalam anggaran
yang lain.

5. Estimasi laba rugi
adalah suatu laporan yang sistematis tentang
penghasilan, biaya, rugi laba yang diperoleh oleh suatu
perusahaan pada suatu periode tertentu, yaitu meliputi:
a. Laba merupakan kenaikan modal saham yang dimiliki
oleh perusahaan yang berasal dari pendapatan
operasional perusahaan.
b. Rugi yaitu merupakan penurunan modal saham yang
diakibatkan dari transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan pada suatu periode tertentu.

6. Estimasi Pembelian Bahan Langsung
Pembelian barang secara langsung, baik secara
langsung ataupun sistem online. Estimasi ini
menguntungkankedua belah pihak yaitu pihak penjual
dan pihak pembeli.

7. Estimasi Pemakaian Bahan Langsung
Adalah barang yang bisa langsung digunakan tanpa
memerlukan proses terlebih dahulu, atau barang yang
sudah dibeli langsung dapat dirasakan manfaatnya.

8. Upah Langsung
Adalah upah yang diberikan dari atasan kepada yang
bersangkutan tanpa melalui perantara dan tanpa melalui
sistem cicilan (kredit).

9. Estimasi Beban Fabrikase
Adalah estimasi yang menjelaskan tentang beban
pabrikasi.

10. Estimasi Beban Penjualan
Adalh beban penjualan karena ada beberapam faktor
yang membuat perusahaan memperoleh tanggungan
yang harus di bayar seperti beban pajak ataupun beban
kerusakan barang jual.

11. Estimasi Beban Administrasi
Beban yang diperoleh karena adanya kelangsungan
operasioonal perusahaan.

12. Estimasi Kas
Merupakan suatu laporan keuangan yang menunjukan
beberapa uang yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.
Teknik Analisis Data
Teknik Analisis Data Dalam teknik analisis data yang
akan dilakukan terdiri dari beberapa langkah yaitu
meliputi:
1. Peramalan Penjualan
Untuk menyusun peramalan keuangan dalam penelitian
ini penulis menggunakan metode regresi linier dan
model-model yang terkomputerisasi. Analisis regresi
merupakan metode yang lebih umum digunakan untuk
meramalkan kebutuhan-kebutuhan keuangan dan tidak
terlalu mudah terkena perangkap potensial dan metode
prosentase penjualan.
Pada analisis regresi ini, persamaan yang digunakan
untuk menganalisa data adalah :
Y = a + bX
Keterangan :
Y = adalah variabel dependen
a = adalah intersep (titik potong kurva terhadap sumbu
Y)
b = adalah kemiringan (slope) kurva linier
X = adalah variabel independen.
Persamaan di atas dapat digunakan untuk menaksir
nilai Y, jika nilai a, b, dan X diketahui. Nilai a merupakan
nilai Y yang dipotong oleh kurva linier pada sumbu
vertikal Y (a adalah nilai Y, bila X=0).
Nilai b adalah kemiringan (slope) kurva linier yang
menunjukkan besarnya perubahan nilai Y sebagai akibat
perubahan setiap unit nilai X. besarnya nilai a dan b
konstan sepanjang kurva linier.
1. Tingkat Pertumbuhan Penjualan
Adapun persamaan yang digunakan untuk mengetahui
tingkat pertumbuhan penjualan :
Gt = Tingkat Pertumbuhan Penjualan
SRt= Penjualan pada tahun tSRt-1= Penjualan pada
tahun t-1
1. Penentuan besarnya AFN (Additional Fund Needed)
2. Peramalan Neraca
3. Peramalan Laporan Laba Rugi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar